Minggu, 05 Oktober 2014

Why "Abnormal Traveller"?

   Abnormal Travellers.
   Apa yang ada di benak kamu semua kalo denger kata-kata itu? Apa kalian bayangin kalo ada sekumpulan anak-anak muda rada nggak waras yang hobinya travelling sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas? Please, bukan itu!Menurut makna harfiahnya emang si Wisatawan Abnormal, tapi bukan abnormal yang "itu", bukan pokoknya bukan lho ya.
   Jadi gini sejarahnya, kemarin akhir bulan September aku sama salah satu temen, travelling gitu menjamah (eoh) barisan pantai-pantai di Gunung Kidul, yah meskipun nggak semuanya si, tapi lumayan lah buat numpang hanyutin penat ke ombak yang berguung-gulung, (ohhh~, upz bukan itu intinya), nha pada saat itu kita menuju pantai Seruni. Subhanallah, jalannya menguji kesabaran, batu dimana-mana (dalan opo kali asat coy), aspal sedikitpun nggak ada, jauhhhhhhhhh, sepi pula. Ih ngeri. Aku si udah usul mending balik aja lanjut ke pantai selanjutnya, tapi kata temenku nanggung, sekalian. Yasudahlah, setelah sekian lama menempuh perjalanan yang tadinya kaya nggak bakal nyampe, akhirnya nyampe juga. Alhamdulillah.
   Dan sesampainya disana, ya ampun rame bangetzzzz, eh salah, sepi bangetttzzzz >.< hanya ada beberapa orang, kayaknya sih penduduk situ aja. Woah, kok ya kita mau-maunya ngelewatin jalan yang luar biasa nggak enak dilewatin dan jauhhh itu, nha karena itulah tercetus "Abnormal Traveller", ya kalo yang normal kan lewatnya jalan yang normal-normal aja, standar jalan gitu deh. Pokoknya mah kalo yang ngelewatin jalan itu namanya "Abnormal Traveller" deh.
   Dan ngomong-ngomong, aku si bukan traveller-traveller amat sebenarnya ya yang jalan-jalan mulu kerjaannya. Cuma kalo ada waktu senggang terus ada temen gitu aja. Kondisional gitu deh.
Nha mulai sekarang kemanapun tempat wisata yang aku kunjungi bakal aku share di blog ini, barangkali bisa jadi reverensi gitu buat temen-temen yang pengen jalan-jalan atau sekedar melepas penat, gitu aja deh ya.
   Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar